Jawapan

2015-11-04T11:04:44+08:00

Ini Jawapan Diperakui

×
Jawapan diperakui mengandungi maklumat yang boleh dipercayai dan diharapkan yang dijamin dipilih dengan teliti oleh sepasukan pakar. Brainly mempunyai berjuta-juta jawapan berkualiti tinggi, semuanya disederhanakan dengan teliti oleh ahli komuniti kami yang paling dipercayai, tetapi jawapan diperakui adalah terbaik di kalangan terbaik.
 Menurut astronom, pada awalnya ada sebuah bintang meledak di alam semesta. Ledakan bintang melemparkan serpihan atom di alam semesta. Nah,atom yang terlempar ini bermacam-macam. Ada atom hydrogen, karbon, nikel, besi, timah, emas, dan lain-lain. Atom di alam semesta lalu berkumpul menjadi debu. Debu kemudian memadat seperti bola. Saat memadat, debu besi turun karena debu besi lebih berat daripada debu lain. Debu besi akhirnya memadat, menjadi pusat atau inti bola bumi. Besi padat di pusat bumi sangat panas, kalau ingin tau berapa derajat celcius panasnya silahkan coba pegang. Karena inti bumi ditekan lapisan debu lainnya. Debu yang lebih ringan berada di permukaan bola bumi. Debu ini lama-lama menjadi tanah. Tanah lalu menjadi batu yang keras. Tanah dan batuan yang keras inilah yang disebut pulau, benua, daratan, atau lempeng benua. Sampai sekarang bumi tetap dihujani bermacam-macam debu dari alam semesta. Dan debu besi tetap turun ke perut bumi sampai kini. Oleh karena itu, permukaan bumi selalu bergeser secara alami. Tapi kamu tidak aan pernah merasakan pergeseran tanah ini. Karena debu besi hanya bergeser turun 2 sentimeter selama 100 tahun. Sama sekali tidak terasa.