Jawapan

2016-03-09T22:32:22+08:00

Ini Jawapan Diperakui

×
Jawapan diperakui mengandungi maklumat yang boleh dipercayai dan diharapkan yang dijamin dipilih dengan teliti oleh sepasukan pakar. Brainly mempunyai berjuta-juta jawapan berkualiti tinggi, semuanya disederhanakan dengan teliti oleh ahli komuniti kami yang paling dipercayai, tetapi jawapan diperakui adalah terbaik di kalangan terbaik.
Kiblat merupakan arah yang dituju oleh umat Islam di seluruh dunia dalam mengerjakan ibadah khususnya Shalat, hal ini merupakan syarat yang wajib dilakukan dan diniatkan dalam ibadah tersebut. Begitu pentingnya kiblat sehingga banyak ulama dan para pakar dalam bidang falak maupun astronomi mencari cara bagaimana menentukan arah kiblat yang akurat dan presisi. Banyak metode penentuan arah kiblat baik metode klasik maupun modern yang semuanya memiliki tingkat akurasi yang berbeda-beda juga dengan alat bantu yang berbeda-beda pula. Pemahaman pada masyarakat pada umumnya kurang mengerti tentang cara menentukan arah kiblat yang baik dan akurat, seringkali metode yang akurat disandingkan dengan alat bantu yang tidak stabil. Pemakaian berbagai macam alat bantu dalam penentuan arah kiblat haruslah disertai dengan pemahaman yang baik terhadap alat bantu tersebut baik itu berupa kompas, rubu’mujayab, tongkat istiwa ataupun thedolite, karena jika kita salah dalam menggunakan alat bantu tersebut maka sebuah metode pengukuran yang baik pun dapat menjadi siasia. Ilmu ukur segitiga bola (spherical trigonometry) merupakan salah satu metode yang sering digunakan dalam penentuan arah kiblat dan dianggap akurat apalagi dilakukan dengan koreksi ellipsoid.  Jean Meeus menjelaskan bahwa perhitungan yang menggunakan koreksi ellipsoid termasuk dalam kategori medium accuracy (akurasi sedang) dibandingkan dengan dengan metode vincenty yang masuk dalam kategori high accuracy (akurasi tinggi) sedangkan ilmu ukur segitiga bola murni hanya dalam kategori low accuracy (akurasi rendah). Dari sini dapat disimpulkan bahwa pemakaian koreksi ellipsoid adalah lebih baik dari pada hanya segitiga bola murni dikarenakan bentuk bumi yang sebenarnya tidak builat seperti bola. Perbedaan pemakaian ilmu ukur segitiga bola dibandingkan dengan koreksi ellipsoid memiliki selisih perbedaan sekitar 1’ busur. Penyimpangan 1’ busur untuk wilayah Indonesia identik dengan penyimpangan 1.9 km dari Ka‘bah, sehingga penggunaan koreksi ellipsoid lebih baik digunakan dalam penentuan arah kiblat. Disamping itu, perhitungan tentang posisi matahari juga selayaknya dilakukan dengan perhitungan koreksi nutasi dan aberasi agar hasil yang didapat memiliki tingkat yang lebih akurat, sedangkan untuk alat bantu yang dipakai yaitu theodolite sehingga tingkat akurasi arah kiblat yang diinginkan benar-benar tercapai. Dari hasil penelitian ini dapat dipahami bahwa algoritma Jean Meeus yang berupa adopsi dari VSOP87 dengan berbagai macam koreksi baik itu koreksi ellipsoid untuk koordinat tempat maupun koreksi aberasi dan nutasi untuk mencari posisi matahari yang tepat, memiliki tingkat akurasi yang lebih dibandingkan hanya dengan menggunakan perhitungan segitiga bola dan penggunaan teknologi modern juga komputerisasi terbukti dapat membantu kita mempercepat proses perhitungan arah kiblat sehingga membutuhkan waktu yang lebih singkat, lebih efisien dan efektif, begitu juga pembuatan software ini dilakukan semata-mata hanya untuk mengurangi kesalahan manusiawi yang biasa terjadi.