Jawapan

2016-04-01T21:25:05+08:00
Bertujuan untuk melahirkan individu yg seimbang melalui aspek rohani dan jasmani
1 5 1
2016-04-01T21:27:38+08:00

Ini Jawapan Diperakui

×
Jawapan diperakui mengandungi maklumat yang boleh dipercayai dan diharapkan yang dijamin dipilih dengan teliti oleh sepasukan pakar. Brainly mempunyai berjuta-juta jawapan berkualiti tinggi, semuanya disederhanakan dengan teliti oleh ahli komuniti kami yang paling dipercayai, tetapi jawapan diperakui adalah terbaik di kalangan terbaik.

Di Yunani terdapat dua pusat Kebudayaan, yaitu Sparta dan Athena. Penduduk Sparta disebut bangsa Doria, dan Athena disebut bangsa Ionia. Pada kedua Negara tersebut terdapat perbedaan-perbedaan dalam dasar, tujuan dan pelaksanaan pendidikan dan pengajaran.

SPARTA

Pendidikan di Sparta didasarkan atas dua azas :

–          Anak adalah milik Negara.

–          Tujuan pendidikan adalah membentuk serdadu-serdadu pembela negara serta warga negara.

Ciri-cirinya, pendidikan diselenggarakan oleh negara, bukan oleh Keluarga. Yang berhak mendapat pendidikan hanya warga negara Sparta yang merdeka saja. Anak-anak cacat dan lemah dibunuh atau dilemparkan Dario atas batu besar, di pegunungan Tygetos. anak-anak yang telah berumur 7 tahun dimasukkan kedalam asrama negara. Yang diutamakan adalah pendidikan jasmani.

Adapun pelaksanaan pendidikannya, Anak-anak dibiasakan menahan lapar, tidur diatas bantal rumput dan padsa musim dingin hanya memakai mantel biasa saja. Sifat-sifat yang harus dimiliki tentara,misalnya keberanian, ketangkasan, kekuatan, cinta tanah air, tunduk kepada disiplin, selalu mendapat perhatian. Sebaliknya, kesenian seperti mu7sik dan nyanyian diabaikan, semata-mata hanya dijadikan alat untuk mempengaruhi jiwa dalam melaksanakan dinas ketentaraan.

ATHENA

Tujuan pendidikan Athena adalah membentuk warga negara dengan jalan pembentukan jasmani dan rohani yang harmonis (selaras). Ciri-cirinya, negara hanya mengawasi saja, yang berhak mendidik adalah keluarga dan sekolah. Semua anak-anak dari warga negara yang bebas mengunjungi sekolah. Mata pelajran terbagi atas bagian gymnastic (Jasmani) dan bagian muzis (Rohani). Pendidikan jasmani diberikan di Palestra, dan tempat gulat di Gymnasia. Latihan utama adalah berjalan, gulat, lempar cakram, melompat, lempar lembing. Pembentukan muzis meliputi, membaca, menulis, berhitung, nyanyian dan music, kelak akan dipelajarinya “Artes Liberales” atau seni bebas, terdiri dari :

–          Trivium (3 ajaran) : Gramnatica, Retorica (pidato) dan dialektika yaitu ilmu mengenai cara berfikir secara logis dan bertukar pikiran secara ilmiah.

–          Quadrivium (4 ajaran) : Arithmatica (berhitung), Astronomia (ilmu bintang), Geometria (ilmu bumi alam dan falak) & Musica.

Membaca diberikan dengan metode mengejak (sintetis murni) menulis dilakukan  pada batu tulis yang dibuat dari lilin.

Pendidikan warganegara sangat dipentingkan di Yunani, terutama di Sparta. Segala kepentingan negara diletakkan di atas kepentingan individu. Dan kemudian muncul keinginan untuk mendapat Kebebasan, terutama kaum Sofist. Kaum sofist tidak mengakui kebenaran mutlak dan berlaku umum. Pendapat mereka “manusia ialah ukuran segala-galanya, manusia sendiri yang menentukan mana yang baik mana yang buruk”. Pendirian ini bersifat antroposentris. Suatu disebut benar juka itu menimbulkan keuntungan atau kemenangan. Benar sekarang belum tentu benar nanti, benar bagi si A belum tentu benar bagi si B (relatif). Kaum sofist yang terkenal diantaranya Goergias, Protagora, Pipias.

Akibat dari ajaran sofisme ini ialah turunnya nilai-nilai kebudayaan, merosotnya niali-nilai kejiwaan, pembentukan yang harmonis antara jiwa dan raga dikesampingkan. Orang mencari pengetahuan dengan tujuan untuk mencapai kesenangan kebendaan semata (intelektual materialistis).

Kepentingan negara harus tunduk pada kepentingan perseorangan. Pembentukan kecerdasan lebih penting dari pendidikan agama dan susila.

AHLI-AHLI PENDIDIK YUNANI

Phytagoras (580-500 SM)

Tujuan pendidikanya adalah untuk membentuk manusia susila-agama.

Dasarnya adalah:

Hanya jiwa yang berjasa, bukan jasad.Jiwa berasal dari tuhan yang kekal sifatnyaSejak kecil manusia cenderung untuk berbuat jahatKesempurnaan adalah kebajikan

Pelaksanaanya: Dia mendirikansebuah gabungan yang disebut gabungan kaum Phytagoras terdiri dari anggota-anggota yang tinggal bersama-sama dengan mentaati aturan-aturan tata tertib tertentu.


1 5 1