Jawapan

2016-07-13T21:47:13+08:00

Pameran buku adalah wahana liburan yang murah tapi mengasyikkan. Tanpa perlu merogoh kocek terlalu dalam, kita bisa meraup beragam manfaat dari aktivitas ini. Berkunjung ke pameran buku, sekecil apa pun skalanya, selalu menjadi media bagi kami sekeluarga untuk berwisata penuh suka cita.

Tiga manfaat
Sekurang-kurangnya ada tiga hal penting yang bisa kami petik setiap kali mengunjungi event pameran buku.

Hal pertama yang jelas menawarkan manfaat tentu saja berburu aneka buku dengan harga yang ramah di kantong. Dalam setiap pameran buku para penerbit lazim mengobral buku-buku tertentu yang sangat menggiurkan. Buku yang ditawarkan tidak selalu baru, namun tema yang diusung oleh buku-buku tersebut kerap tidak pernah basi sehingga bisa menambah koleksi perpustakaan kami di rumah. Bila di toko buku seratus ribu rupiah hanya bisa ditukar dengan dua atau tiga judul buku, harga yang sama bisa membuat kami memboyong lima atau bahkan tujuh judul buku. Menguntungkan, bukan?

Istri saya adalah penulis lepas yang selalu membutuhkan asupan ide untuk menghasilkan buku berikutnya. Nah, manfaat kedua pameran buku bagi kami adalah sarana untuk melakukan analisis pasar tentang tema-tema yang sedang digandrungi atau tengah menjadi tren di pasaran. Biasanya saya membantu melakukan riset kecil tentang Kekuatan dan Kelemahan buku-buku yang ada lalu mengidentifikasi Peluang apa yang bisa kami garap.

Kegiatan semacam ini sangat bermanfaat karena akan menjadi sumber inspirasi tentang buku apa yang bisa ditulis selanjutnya. Kami bisa membaca selera pasar dan memprediksi jangka waktu kapan selera itu akan memudar atau turun. Dengan mengunjungi pameran buku kami bisa menggali ide baru atau mempertajam rumusan ide yang sudah ada. Ini manfaat yang sangat besar bagi istri saya sebagai penulis.

Manfaat berikutnya berhubungan dengan manfaat kedua yakni kesempatan menerbitkan. Setelah mengunjungi stan banyak penerbit, kami bisa mengenali jenis dan kecenderungan naskah yang diminati oleh penerbit. Beberapa penerbit bahkan kini melayani penerimaan naskah pada saat pameran. Ini tentu saja sangat menguntungkan sebab kita tak perlu susah payah mengirim naskah lewat email atau versi cetak karena bisa langsung berhadapan dengan editornya mungkin.

Manfaat keempat adalah sebagai ajang silaturahmi sesama pencinta buku atau komunitas yang peduli dalam literasi. Pertemuan atau kopi darat antarpenulis atau peminat dunia perbukuan juga tak bisa dianggap remeh manfaatnya. Berkumpul dan bertukar kabar atau ilmu saat pameran sungguh tak ternilai. Sepulang dari pameran kita bisa membawa oleh-oleh hasil tukar pikiran, selain buku yang kita beli tentunya. Pertemuan seperti ini juga memompa semangat dan memacu gairah menulis, baik secara kuantitas maupun kualitas.

Dalam setiap pameran buku biasanya digelar beragam acara yang berkaitan dengan dunia kepenulisan atau perbukuan. Rangkaian acara ini selalu menarik karena selain menawarkan ilmu atau pencerahan baru juga kerap menjadi peluang bagi kita untuk berjumpa dengan tokoh-tokoh perbukuan atau penulis idola kita. Persentuhan langsung dengan penulis atau pembicara lewat program yang digagas panitia juga akan mengobarkan spirit bebrkarya dalam diri kita. Dan bila beruntung, biasanya ada pula workshop atau lokakarya tentang penulisan yang diadakan secara gratis, walaupun biasanya waktunya singkat. Yang bebrbayar pun ada, namun biasanya tetap terjangkau. Ini manfaat kelima mengunjungi pameran yang besar pengaruhnya.

Walaupun pameran buku di kota kami kadang lebih banyak dipenuhi penjual busana, namun ajang ini tetap saja bermanfaat. Bagaimana dengan Sahabat semua? Ada manfaat lain? Salam kreatif