Jawapan

2016-08-27T20:46:35+08:00

Operasi ini sebenarnya disebut Ops A, yaitu operasi intelijen yang lebih menekankan hasil pada efek politis daripada efek militer. Misi yang diemban pasukan ini adalah untuk mendampingi gerilyawan local dalam operasi militer, memberi pelatihan pada kader kader setempat yang dapt dikumpulkan di daerah sasaran, dan setelah dianggap cukup mereka akan kembali ke pangkalan.

Dari keterangan seorang anggota MArinir yang kembali pada tahun 1967, Serma Z. Yacobus, yang dalam operasi tersebut masih berpangkat kopral, di dapat keterangan sebagai berikut :

Tim 3 dari Kompi Brahma II menggunakan kapal patroli cepat, milik Bea Cukai. Tim operasi terdiri dari 21 anggota. Rombongan dibawa menuju suatu tempat diperbatasan pada tanggal 17 Agustus 1964 sekitar pukul 20.00 waktu setempat. Pelayaran memakan waktu sekitar 4 jam. Setelah mendapat perintah dari masing masing komandan tim dan juga menerima perlengkapan tambahan, sekita pukul 01.30 tengah malam rombongan menerima briefing dari komandan basis II, dilanjutkan dengan embarkasi ke dalam 2 perahu motor yang telah dipersiapkan. Sembilan orang sukarelawan lokal dari Malaysia juga ikut dalam tim dan akan bertindak sebagai penunjuk jalan. Dengan demikian jumlah tim menjadi 30 orang.