Jawapan

2015-09-02T19:41:36+08:00

Ini Jawapan Diperakui

×
Jawapan diperakui mengandungi maklumat yang boleh dipercayai dan diharapkan yang dijamin dipilih dengan teliti oleh sepasukan pakar. Brainly mempunyai berjuta-juta jawapan berkualiti tinggi, semuanya disederhanakan dengan teliti oleh ahli komuniti kami yang paling dipercayai, tetapi jawapan diperakui adalah terbaik di kalangan terbaik.
Kalau dulu teman-teman aku banyak yang bercita-cita jadi dokter, polisi, atau tentara. Aku justru bercita-cita jadi guru SD. hahaha,, aku masih kecil waktu itu, guru masa SDku lah yang banyak menginspirasi. Tapi kalau aku menggali lebih dalam memoriku, ada alasan yan g lucu yang membuat aku ingin jadi guru SD. Alasan yang sangat konyol, sangat lugu, dan sangat lucu. Kau tau kenapa? Waktu kecil aku ingin jadi guru karena ingin seperti guruku yang menyuruh kita membawa sapu lidi setiap anak masing-masing dua. Bayangkan berapa banyak sapu lidi yang terkumpul. Dan yang disimpan di kelas biasanya sebagian, dan sebagian lainnya di bawa guru untuk pulang. Aku juga ingin membawa sapu lidi yang banyak ke rumahku. Dasar anak-anak. Aku masih mending ada adeknya temanku yang cita-cita jadi tukang bentor (kendaraan modifikasi mirip bentuk becak, tapi menggunakan tenaga motor). (aku tidak menyimpulkan bahwa guru lebih baik dari jadi tukang bentor, keduanya sama-sama halal). Kalian tau apa alasannya? Dia terinspirasi dari tukang bentor langganan yang selalu mengantar jemputnya. Dia tertarik dengan uang pecahan seribu- seribuan yang kita bayarkan ke tukang bentornya. hahaha... Bagi anak-anak kecil uang seribu itu banyak, bahkan bagi saya sapu itu sangat berharga. Waktu kecil kita mudah menghargai hal-hal kecil. Kemudian kita menjadi dewasa dan menganggap semua hal istimewa tadi biasa saja.
Setelah saya pikir lagi sekarang,,, aku masih ingin menjadi guru, tentu saja dengan motivasi yang berbeda. Aku tau bahwa jika guru menggunakan pengaruhnya sebaik mungkin maka, akan tercipta calon-calon pesohor dan pemimpin negeri. Aku ingin sekali jadi bagian dari itu. Aku kini membayangkan seandainya aku menjadi guru( tenaga pendidik), 40 tahun kemudian, ketika wajah dan seluruh kulitku telah keriput. mungkin akan ada seorang rektor universitas atau seorang pengusaha terkenal, atau mungkin motivator yang kemudian mempersilahkanku dengan hormat, dan mengenalkan kepada orang bahwa akulah yang pertama memberinya motivasi. Sungguh impian yang indah

Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Menurutku predikat pahlawan sangat patut untuk diberikan kepada mereka yang telah mendidik kita selama ini. Aku menghargai mereka, terutama guru SDku. Sekarang mungkin ceritanya lain tak ada lagi guru yang menyuruh membawa sapu lidi. Kesejahteraan guru mulai menjadi perhatian saat ini. Untuk guru, jangankan sapu lidi, bahkan hal terbaik yang bisa kita berikan sangat patut kita berikan untuknya. Profesi guru sekarang telah banyak diminati, tapi dulu mungkin profesi ini hanya bagi mereka yang betul-betul ingin mengabdi.  Tulisan ini untuk guru-guruku yang telah berbaik hati mentransfer ilmunya kepadaku